Bertemu di pagi hari


Pagi ini saya duduk dekat warung di Jalan Bonang jakarta pusat ada beberapa hal yang kami diskusikan

Sinar matahari yang cerah saya sedang pulang dari jalan sudirman singgah di warung saya jumpa babe panggilang orang Betawi orang yang sudah usia tua, selah itu sapa saya kepada bang Sitorus yang saya beru kenal di tempat di mana saya singgah, awalnya saya dengar ngobrolan mereka berdua, akhirnya saya duduk di sebelah kanan dari meja dan kursi yang ada saya mengdengar bagaimana babe menanyakan bisnis apa beng sitorus, pada akhirnya bang sitorus meceritakan bawah kebedaan dia sama ibu sedang mengurus proyek jalan pengaspalan jalan gang di RW 06 jalan Bonang sebelah tugu proklamasi, karena dalam pembicaraan itu bang Sitorus sedang tungguh orang DPU DKI untuk bertemu.

Setelah itu babe menanyakan tinggal di mana bang Sitorus, jawabnya tinggal di daerah Bogor sehingga perjalanan dari sana sudah keluar pagi hari karena buruh jangan sampai kendaraan macet karena dari Bogor ke Jakarta itu Kendaraan selalu masuk satu jalur tol ke jakarta mengindari pintu tol bisa antrean mobil bisa dua kilo kata bang sitorus namum saya sudah datang pagi harus menunggu orang pemda DKI tentang proyek yang sudah di kerjakan dari cerita bang Sitorus ini, pembicaaan mulai melebar ke politih, negara, ekonomi, budaya dan manusia di Indonesia

Bang sitorus menenyakan saya bersal dari mana, saya bilang saya dari papua….cerita bang Sitorus bahwa daerah kamu itu kaya kenapa pemerintah pusat tidak memperhatikan, saya bicara bahwa sesungguhnya kata orang Jakarta kami kaya, namum kenyataan banyak hal masih didiskriminasikan, pada akhirnya kami cerita sejarah Bung karno bagaimana perebutan Irian barat pada waktu itu yang sekarang nama sudah di rubah menjadi Papua

kami juga berbicara kesamaan – kesamaan budaya dalam tradiri sehari – hari contoh: panggilan nama bagi laki –  laki bagi orang batak dengan sebutan ” LAI” perempuan “ITO”. orang Jawa pagilan buat laki “MAX” panggilan buat perempuan “Mbak” orang Jawa Barat (Sunda) Laki ” Kang” perempuan ” Tete” dan panggilan laki buat orang papua ” Pace” perempuan “Mace” dan daerah lain di Indonesia punya keunikan masing – masing, begitu pula dengan budaya dan kebiasaan lokal sehari hari.

Begitu dulu cerita diskus saya dengan orang2 yang saya kenal ketika saya hidup di perantauwan …kalau ada cerita sama nanti di lain waktu lagi saya mau ceritakan di blog ini…salam

Cerita di Jalan Bonang

Bonang2

 

 

 

 

 

Ini adalah gedung Bersejarah….di halaman gedung ini Presiden Soekarno membacakan teks Proklamsi 17 Agustus 1945 di samping gedung bagian depan di bangun tugu Soekarno dan Muh. Hatta

tugu

 

 

 

 

 

 

Peta jalan Bonang dari satelit google earth

Bonang

 

 

 

 

sekian kawan sahabat cerita di pagi hari Selasa, 19 November 2014….bravo

Advertisements
By meukisi Tagged