Mengapa mereka tuntut merdeka


Berbicara unsur nilai dasar sebagai manusia

Perjalanan ketika saya keliling dari papua hingga Aceh (sabang sampai merauke) ada prinsip dan nilai yang saya temukan dari setiap suku bahwa bahwa kita beda dalam budaya lokal, tata hidup lokal berbeda, dan nilai2 yang lahir di tengah budaya dan kebiasaan tentu berbeda. Mengapa saya beda dalam warna kulit dan warna rambut, dua identitas kita ini nyata membedakan karena mudah dilihat maka kita akan memikirkan dalam nurani saya beda dengan dia. Dua identitas kulit dan rambut mempengaruhi seseorang yang berbeda itu hidup di sebuah lingkungan yang berbada budaya,  kebiasaan sehari – hari dimana sama – sama  saling mempengaruhi dalam semua aspek dan proses berlingkungan di wilayah berbeda tadi

Pengalaman saya.

” Mengajar di Jakarta sebagai guru”

saya pertama kali merantau dan bersekolah di Jakarta, sebagai manusia dewasa saya santai ke kampus dan belajar pulang lalu pulang ke kost saya lakukan  aktifitas seperti biasa sehingga sebuah proses belajar telah saya lewati akhirnya tamat

Tahap masuk dunia kerja yang berkaitan langsung dengan perusahaan dan kantor tidak terasa dampak saya beda di dalam warna kulit dan rambut, namum ketika saya mulai masuk dunia mengajar sebagai guru SD, SMP baru saya sadar bahwa saya beda dalam warna fisik. Pada akhirnya hati saya mengajarkan saya sendiri bahwa kamu beda sendiri secara fisik.

Setiap orang tua dan anak dan lingkungan tempat yang saya jalankan aktifitas mengajar selalu menimbulkan pertanyaan di hati mereka ko bisa saya mengajar, bisa saya jadi guru, ko bisa dan ko bisa! pertanyaan yang  langsung dihadapi saya dan memberikan pertanyaan kamu dari mana bisa mengajar di sini? pertanyaan ini menunjukkan bahwa saya sebagai anak papua masih bodot belum pintar dan lain sebagainya
sering pulang sekolah sampai di rumah saya merenunkan bahwa sacara fisik perbedaan sangatlah menonjol yaitu warna kulit saya dan rambut saya.

Menariknya kita berbeda warna fisik dan rambut namum kekuatan yang saya bangun adalah bukan  di ukuran fisik namum lebih dalam yaitu “kebaikan” yang turunannya seperti:

  1. Disiplin
  2. baik sama sesama
  3. cinta
  4. rendah hati
  5. tulus
  6. tidak sombong
  7. suka dengar
  8. dll,

Tujuh hal diatas saya ibaratkan dengan ilustrasi perangkat komputer, dimana kesing (hardwere) kita berbeda namum perankat lunak sama(softwere) kita sama, jadi tujuh prinsip diatas adalah softwere saya. ketika saya mengajar

Situasi masyarakat kita melihat dan berpikir masih jauh sebagai manusia, karena identitas dan budaya dalam lingkungan dan tempat tinggal dia akan menjadi standar dia di luar  itu bagi dia kamu tidak bisa apa – apa (bodot)

 

Advertisements
By meukisi