Larangan Makan Pinang di Papua


Biak, Jubi- Rencana Organisasi Gerakan Peduli Anti Narkoba Tawuran, dan Anarkis (GEPENTA) Deiyai yang baru saja terbentuk, untuk merazia penjual pinang karena bertolak belakang dengan budaya masyarakat suku MEE, dinilai berlebihan oleh beberapa pihak. Salah satunya pihak Dewan Adat Biak.

Tindakan itu, dinilai tidak menghargai budaya masyarakat Papua lainnya yang hidup dan bekerja di Kabupaten Deyai ( Wilayah Adat Suku MEE ) serta melanggar Hak Asasi Manusia ( HAM ) masyarakat suku MEE yang mengkonsumsi pinang maupun masyarakat Papua lainnya yang hidup dan bekeja di Kabupaten Deyai dan makan pinang dan menjual pinang.

Wakil Ketua II Dewan Adat Biak, Gerad Kafiar, membenarkannya. Ia mengatakan hal pelarangan menjual dan makan pinang di Kabupaten Deyai oleh masyarakat Suku MEE benar –benar merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia ( HAM ) bagi suku-suku di pesisir pantai di Papua.

“Soal makan pinang itu budaya orang Papua dalam hal ini suku-suku di daerah pante (pantai-red). Sehingga  selama ini merekaitu menanam pinang untuk cemilang ( kakes ) bagi tamu yang berkunjung ke rumah dan juga sebagai tumbuhan yang bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,”jelas Kafiar saat ditemui Koran Jubi, Jumat,(10/10) siang kemarin di Kantor Dewan Adat Biak.

Jadi kata dia jika masyarakat Suku MEE menyekat bagian ini ( budaya makan pinang-red ) maka secara langsung mengikis salah satu Budaya Papua, khususnya budaya di daerah pantai. “Karena sebagian besar orang pante atau 99 persen orang pante itu makan pinang dan menggunakan pinang sebagai cemilang kekerabatan keluarga,”tuturnya.

“Harapan kami para kepala suku disana ( Deyai-red ) harus mengerti bagian ini sehingga menyampaikan ke pemda untuk tidak menyekat bagian ini ( budaya makan pinang red ) lagi, karena ininya adalah pelanggaran HAM terhadap orang makan pinang,”pungkasnya

Ditempat terpisah Ketua Dewan Adat Biak Mananwir Beba, Yan Pieter Yarangga, yang dimintai komentarnya saat dihubunngi via handphonenya mengaku enggan berkomentar soal pelarangan menjual dan makan pinang oleh masyarakat Suku MEE di Kabupaten Deyai karena ia menilai hal ini mengandur unsur provokasi dan memecah belah persatuan dan kesatuan orang Papua.

Sebelumnya diberitakan,  Ketua GEPENTA kabupaten Deiyai, Keni Ikomou mengatakan, menjadi prioritas utama pihaknya adalah , meminimalisir penjualan pinang oleh para pedagang asli maupun pedagang pendatang.

“Konsumsi pinang bukan adat suku MEE. Jadi, jika ketahuan menjual pinang maka seluruh pinang akan diambil oleh petugas. Oleh karena itu, masyarakat dilarang menjual pinang di kabupaten Deiyai,”katanya. (Marten Boseren )

Sumber: Tabloid Jubi

Daerah saya penghasil buah pinang (banyak pohon pinang di Wilayah Jayapura). Dalam konteks ini saya melihat saat ini pinang di anggap sebagai budaya orang papua! Saya tidak setuju pinang di anggap budaya orang papua, namum pinang di kategorikan ke sisi atau konteks kesehatan gigi pada masa lalu bagi orang tua mungkin pantas. Tetapi masa kini buah makan pinang di anggap budaya menurut saya keliru cara berpikir seperti ini.

Manfaat Dan Khasiat Buah Pinang Untuk Kesehatan

 

Manfaat Buah Pinang – Buah Piang sudah tidak di ragukan lagi akan manfaatnya yang menjadi salah buah yang Fenomenal karena khasiatnya yang sangat beragam, Nah oleh karena itulah pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk membagikan artikel Manfaat Buah Pinang ini untuk teman-teman pembaca setia blog Khasiat Daun Alami ini, Buah pinang memiliki Nama Latin Areca catechu dan dalam bahasa Inggris buah ini di kenal dengan nama buah Betel palm atau Betel nut tree, hal ini karena Pinang merupakan jenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur.

Untuk Masyarakat Indonesia sudah apa lagi yang tinggal di Daerah pedesaan sudah sangat akrab sekali dengan buah yang satu ini, hal ini karena di daerah-daerah tertentu buah pinang bisa di jadikan sebagai salah satu hasil kebun yang menjadi penghidupan mereka, Biasanya ada Pabrik yang menampung buah pinang ini untuk di Oleh lagi menjadi bahan pembuatan TInta Batik atau yang lainnya, Nah pada artikel ini saya akan mencoba membagikan artikel Khasiat Buah Pinang yang berguna untuk kesehatan tubuh kita, mari simak di bawah ini.

Manfaat Dan Khasiat Buah Pinang Untuk Kesehatan

Keluar Darah Berlebihan
Air rebusan biji pinang juga digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, bisul, kudis dan mencret.

Sakit pinggang
Ambil beberapa lembar daun pinang. Tumbuk daun tersebut dan hangatkan. Daun pinang yang tenah ditumbuk dikompreskan di tempat yang sakit.

Kudis
Parut satu biji buah pinang. Campur dengan seperempat sendok teh kapur sirih dan air secukupnya. Oleskan di bagian yang sakit.

Difteri

Siapkan dua biji buah pinang kemudian rebus dalam dua gelas air. Tunggu sampai tersisa menjadi 1 1/2 gelas. Tambahkan satu sendok makan madu dan aduk rata. Minum perlahan-lahan untuk menyembuhkan difteri.

Mengecilkan Rahim
Biji pinang muda digunakan kaum wanita untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan. Caranya masak buah pinang muda lalu airnya diminum hingga rahim kembali ke bentuk normal.

Rabun Mata
Untuk mengobati rabun mata. Cukup dengan langsung dikunyah dan airnya ditelan.

Meningkatkan gairah
Meningkatkan gairah seks kaum pria. Khasiat ini di ketahui karena di dalam pinang terkandung arekolin. Ambil satu biji buah pinang yang belum mengeras. Potong kecil-kecil kemudian kunyah dan makan. Cara lain, ambil satu biji buah pinang kemudian hancurkan dan rebus dalam dua gelas air. Tunggu sampai menjadi satu gelas. Keduanya memiliki khasiat yang sama.

Mengobati luka kulit.
Caranya, daging buah pinang yang masih muda ditumbuk hingga halus, lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang terluka.

Obat cacingan
Siapkan seperempat potong buah pinang, setengah jari rimpang temulawak, dan setengah jari rimpang kunyit. Semua bahan tersebut direbus kemudian disaring. Minum air hasil saringan tersebut untuk mengatasi cacingan.

Menguatkan gigi dan gusi
Ambil beberapa biji buah pinang. Iris menjadi beberapa bagian, kemudian kunyah irisan tersebut.

Mengobati telinga bernanah.
Caranya, ambil akar buah pinang muda secukupnya, tumbuk halus, peras airnya. Bersihkan terlebih dahulu telinga anak yang sakit dengan kapas, setelah itu tetesi dengan air perasan pinang di bagian telinga yang sakit sebanyak 3 tetes. Sumbat telinga dengan kapas agar air tetesan tidak mengalir keluar. Lakukan setiap hari secara rutin hingga sembuh.

Begitu banyak bukan manfaat dari buah pinang ini, maka dari itu jangan ragu lagi untuk mengkomsumsi atau menjadikan Buah Pinang sebagai tumbuhan Obat yang ada di sekitar kita, dan Jangan lupa baca juga artikel kami sebelumnya yakni Manfaat Buah Rambutan, Terima Kasih.

Sumber: manfaattumbuhanbuah.blogspot.com

Advertisements
By meukisi